Rabu, 10 Februari 2010

pingin ketemu camer (calon mertua)

ini cerita aku ambil dari hasil maen ke rumah Lala tadi sore. diskusi kecil yang berujung menjadi sebuah studi kasus. awalnya sih aku dengerin curhatnya Lala, segitu dekatnya dia sama keluarga pacarnya. sekali lagi aku tekankan kalo posisi aku hanya sebagai pendengar setia, jadi semua curhatnya Lala hanya aku dengarkan dengan seksama. kalo ngebahas kedekatan dengan camer (calon mertua), untuk seusia aku sudah wajar (21 tahun), apalagi kalo umur hubungan dengan pacar sudah jalan satu atau dua tahun lebih -- SANGAT TIDAK SALAH UNTUK MENGENAL KELUARGA PASANGAN LEBIH DEKAT!!!

***

panjang-lebar Lala bercerita, yang aku tangkap adalah : Lala sangat bahagia punya pacar seperti pacarnya sekarang, selain pacarnya yang sangat baik -- juga keluarga pacarnya yang 'welcome' ke Lala. cuma orang bego yang nggak ngerasain happy seperti Lala kalo bisa disayang camer.

***

cerita Lala di save dulu! karena aku mau cerita hal serupa tapi bertolak belakang. lagi-lagi aku mau menyamarkan namanya, kita sebut saja Mbak Bunga (itu bukan nama sebenarnya loh..). dulu, dulu sekali dan sangat dulu -- cerita Bunga ini aku dapatkan dari hasil dengerin curhatannya temen tanteku (aku nggak nguping yah). karena ingatan aku memang kuat, hingga saat ini curhatan itu masih menempel di otakku.

***

curhat Bunga :
sudah dua tahun lebih pacaran, tapi sama sekali belum kenal keluarga pacarnya -- jangankan keluarga, rumah pacarnya saja Bunga tidak tahu. Bunga selalu minta ke pacarnya untuk dikenalkan dengan keluarga pacarnya, tapi alasan pacarnya selalu ada-ada saja (kata Bunga : rumah lagi direnovasi lah, nggak ada siapa-siapa lah, dan ujung-ujungnya selau nanti -- nanti -- sabar -- sabar -- bulan depan -- bulan depannya lagi -- tahun depan -- dan sabar).

***

kembali ke cerita Lala.
aku menjelaskan ke Lala tentang cerita Bunga, yang sebenarnya SANGAT TIDAK PENTING UNTUK AKU CERITAKAN.
lalu, aku kasih Lala pertanyaan. "penting banget yah La dikenalin ke camer kayak gitu?" *pasang tampang polos*
dan Lala menjawab, "yah jelas penting dong, kan biar jelas hubungan yag sudah bertahun-tahun itu mau dibawa ke mana!"
memang, penting juga bagi aku -- sama seperti jawaban Lala. kalo ngebahas masalah Bunga yang sebenarnya SANGAT TIDAK PENTING UNTUK DIBAHAS, aku jadi ingin ngebahas *sok-sok detektive*.

***

seorang cowok pastinya punya alasan tersendiri, mengapa dia tidak mau -- maaf, bukan tidak mau tapi belum punya kesempatan untuk memperkenalkan pasangannya ke keluarganya. bisa jadi karena cowok itu belum merasa mapan (mungkin karena masih kuliah dan belum bekerja), dan mendapatkan amanah dari orang tuanya untuk tidak memperkenalkan pasangan sebelum bekerja *ada loh orang tua seperti itu*. bisa jadi juga cowok belum siap untuk diajak berkomitmen -- merasa belum yakin sama pasangannya. tapi sebagai cewek juga harus ngaca, bisa jadi karena ada yang nggak beres dari cewek (mungin sikap dan gaya dandanan yang nggak sesuai sama selera keluarga pacar) -- bukan berarti nggak jadi diri sendiri, intinya harus introspeksi.


***

masih banyak juga penghalang lainnya, bisa jadi karena perbedaan agama -- ada juga yang orang tua tidak suka sama ras / suku dari pasangan kita. yang ngejalanin hubungan yang bisa menjawab solusi dari masalah seperti ini, karena merekalah yang menetukan arah hubungannya..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar